SEKILAS INFO
  • Waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pimpinan dan pejabat Ditjen Badilag terkait dengan janji mutasi dan promosi dengan permintaan imbalan sejumlah uang
WAKTU :

Statistik Penanganan Perkara, Selasa, 20 02 2018 Klik Di Sini

Diterbitkan :
Kategori : Berita Utama
Komentar : 0 komentar

Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id (28/7/2017)

Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, S.H., M.H. melantik dan mengambil sumpah 11 Ketua Pengadilan Tingkat Banding di Ruang Kusuma Atmadja Lantai 14 Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Jumat pagi (28/07/2017).

Dari 11 Ketua Pengadilan Tingkat Banding, 8 diantaranya adalah Ketua Pengadilan Tinggi Agama. Mereka adalah Drs. H. Anwar R, M.H. sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar, Drs. M. Taufiq H. Z, M.H.I. sebagai Katua Pengadilan Tinggi Agama Medan, Drs. H. Shofrowi, S.H., M.H. sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kupang, dan Dr. H. Empud Mahpudin, S.H., M.H. sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung.

Drs. H. Ahmad, S.H., M.H., dilantik untuk menjabat Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten, Dr. H. M. Syarif M, S.H., M.H. sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang, Drs. H. Maslihan Saifurrozi, S.H., M.H. sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dan Drs. H. Mukhlis, S.H., M.Hum. menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi.

Tiga Ketua Pengadilan Tinggi yang dilantik yaitu Ohan Burhanudin Purwawangca, S.H., M.H. sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Palembang, Respatun Wisnu Wardoyo, S.H., menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Ambon dan H. Adam Hidayat Abu Atiek, S.H., M.H. sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru.

Ketua MA menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survey, kondisi peradilan sudah mengalami banyak  peningkatan. Oleh karena itu, ia mengharapkan kepada para pejabat yg dilantik untuk lebih memacu lagi dan jangan sekali-kali merasa puas dengan apa yang telah dicapai sekarang ini.

Selain itu, salah satu kebijakan Mahkamah Agung yang mungkin sering terabaikan oleh para Ketua Pengadilan Tingkat Banding adalah SEMA Nomor 14 Tahun 2009 tentang pembinaan personil hakim. SEMA ini sudah ada cukup lama, oleh karena itu ia minta kepada seluruh jajaran pimpinan tingkat banding dan pengadilan tingkat pertama supaya membaca kembali SEMA tersebut.

“Saya sering kali menerima keluhan dari para pencari keadilan tentang kekeliruan dalam proses penerapan hukum acara maupun terkait substansi putusan oleh pengadilan tingkat pertama maupun pengadilan tingkat banding. Oleh karenanya, SEMA Nomor 14 Tahun 2009 menginstruksikan agar Ketua Pengadilan Tingkat Banding secara periodik mengadakan diskusi mengenai masalah-masalah hukum yang sedang berkembang yang merupakan temuan-temuan dalam pemeriksaan suatu perkara di depan persidangan” katanya.

Selain itu para hakim tinggi juga diminta untuk membuat catatan tertulis atas perkara yg diperiksa olehnya di tingkat banding. Dan setiap 6 bulan sekali Ketua Pengadilan Tingkat Banding wajib melakukan evaluasi dan mendiskusikan temuan-temuan tersebut dengan para hakim tinggi lainnya.  Hasil diskusi itu, kemudian dibukukan serta disebarkan kepada para hakim di daerahnya juga ditembuskan kepada pimpinan Mahkamah Agung.

“Saya minta dalam tempo 6 bulan sudah melakukan evaluasi utk memberikan pencerahan kepada para hakim baik tingkat banding maupun tingkat pertama dengan mencatat penyimpangan-penyimpangan yg dianggap prinsipil baik dari sisi hukum acara maupun hukum materiil” jelasnya.

Ketua MA beralasan, hukum bersifat dinamis, dan persoalan di masyarakat semakin kompleks sehingga banyak masalah hukum yang bisa didiskusikan untuk bisa dicarikan solusinya di wilayah masing-masing. Terutama, terkait hukum yang hidup dan berkembang di masyarakat tempat beroperasinya lembaga peradilan tersebut.

Ketua pengadilan tingkat banding harus memposisikan lembaga peradilan sebagai institusi yg responsiv atas setiap persoalan hukum yang terjadi di wilayahnya dalam batas-batas kewenangan yang dimiliki.

“Pimpinan pengadilan juga harus peka terhadap setiap laporan baik terhadap dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim maupun terhadap penanganan perkara ataupun pelayanan lembaga peradilan” ungkapnya. [Sumber: badilag.mahkamahagung.go.id/28072017]

Comments

comments

SebelumnyaResmi, PTA Pontianak Mempunyai Ketua Baru SesudahnyaHari Pertama Kerja, Ketua PA Sambas adakan Perkenalan dan Pembinaan Singkat
Sidang Keliling Perdana Pengadilan Agama Sambas Kelas IB Di Kecamatan Pemangkat
Sambas, Kamis tanggal 15 Februari 2018 Pengadilan Agama Sambas Kelas IB menyelenggarakan sidang keliling yang dilaksanakan di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Beberapa hari sebelum pelaksanaan sidang keliling, telah dilakukan pengecekan...
Tindaklanjuti Usul Renovasi Gedung, Biro Perlengkapan Terjun Langsung ke PA Sambas
SAMBAS – Menindaklanjuti usulan renovasi gedung, Biro Perlengkapan Mahkamah Agung lakukan supervise peninjauan langsung kondisi gedung Pengadilan Agama Sambas. Pada Selasa (06/02) kemarin, tim yang terdiri dari 3 (tiga) orang...
Ketua PA Sambas Pimpin Sholat Gerhana
SAMBAS – Gerhana Bulan total yang terjadi pada Rabu (31/01) malam kemarin merupakan peristiwa alam yang jarang terjadi. Gerhana yang dikenal dengan Super Blue Blood Moon itu hanya terjadi setiap...
Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Sekretaris dan Jurusita
SAMBAS –Jum’at (26/01) kemarin,  Ketua PA Sambas Drs. H. Khoer Affandi, SH mengambil Sumpah Jabatan dan melantik Sekretaris dan Jurusita Pengadilan Agama Sambas Kelas I B. Adapun pejabat yang dilantik...
Rapat Anggota Tahun Koperasi Al-Fayyadl Pengadilan Agama Sambas Kelas IB
Sambas – Hajatan rutin Rapat Anggota Tahunan Koperasi Pengadilan Agama Sambas Kelas IB yang diselenggarakan Selasa 23 Januari 2018. Acara Rapat Anggota Tahunan ini diselenggarakan di ruang sidang Utama PA...
Apel Pagi Senin Pertama, Minggu Kedua Januari 2018
SAMBAS – Seperti biasa, sudah menjadi rutinitas warga peradilan, setiap hari Senin pagi dilakukan apel ditiap satker masing-masing. Pengadilan Agama Sambas pada hari ini, Senin (8/1) merupakan apel pagi Senin...